Kamis, 24 Mei 2012

Rossi Mengaku Terbantu Kondisi Lintasan

Balapan di Le Mans dilangsungkan di atas lintasan basah.

Senin, 21 Mei 2012, 04:58 WIB
chan xyen
 
Valentino Rossi (REUTERS/Mohammed Dabbous)

VIVAnews - Valentino Rossi tampil menjanjikan dalam balapan MotoGP Prancis 2012, Minggu 20 Mei 2012. Rider veteran itu kembali menemukan sentuhan terbaiknya setelah sukses mencapai garis finis di urutan kedua.

Walau memulai balapan dari posisi ketujuh, Rossi terus memberikan tekanan sengit kepada dua pembalap Honda, Casey Stoner dan Dani Pedrosa. Hasilnya, Rossi yang terakhir kali naik podium di Le Mans musim kemarin mengakhiri penantian panjang di lintasan yang sama pada edisi 2012 ini.

Diakui Rossi, pencapaianya tersebut tidak lepas dari kondisi lintasan di Le Mans yang cukup bersahabat dengan motornya. Balapan sendiri diketahui digelar di atas sirkuit basah.

"Saya sangat senang. Ini hasil yang sangat penting bagi kami," kata Rossi usai lomba.

"Saya tahu saya punya peluang bagus untuk meraih dalam kondisi seperti ini. Karena itu saya mencoba tetap berkonsentrasi dan menjaga kecepatan maksimum," serunya dikutip Autosport, Senin, 21 Mei 2012.

Perjuangan Rossi untuk naik ke podium jauh dari kata mudah. Bertarung ketat dengan lawan-lawannya di sepanjang lomba, pria asal Italia itu juga sempat mengalami kendala dengan helmet yang dipakainya.

"Helmet baru yang saya pakai terasa berembun. Lalu saya memutuskan membukanya sedikit ada ada udara masuk. Baru setelah itu pendangan saya kembali jelas dan bisa mengejar yang lain," serunya.

Rossi Akhiri Paceklik Podium di Le Mans

Di trek basah, Rossi yang start dari urutan ke tujuh langsung melejit ke posisi empat.

Minggu, 20 Mei 2012, 20:37 WIB
chandra xyen
 
Velentino Rossi (REUTERS/Manuel Del Pozo)

VIVAbola- Valentino Rossi tampil menjanjikan dalam balapan di MotoGP Prancis, Minggu 20 Mei 2012. Rider veteran itu kembali menemukan sentuhan terbaiknya setelah sukses menyentuh garis finis di urutan kedua. Sirkuit Le Mans begitu bersahabat buat The Doctor.

Kendati start dari posisi tujuh, Rossi mampu memberikan tekanan sengit kepada dua pembalap Honda, Casey Stoner dan Dani Pedrosa. Hasilnya, Rossi yang terakhir kali naik podium di Le Mans musim kemarin mengakhiri penantian panjang di lintasan yang sama pada edisi 2012 ini.

Rapor bagus yang didapat Rossi juga ditorehkan rider Yamaha Racing Team, Jorge Lorenzo. Dia keluar sebagai juara di Le Mans dengan catatan waktu 49 menit 39,743 detik. Rival terdekatnya, Stoner harus puas dengan podium tiga. Hasil mengecewakan justru didapat Dani Pedrosa yang harus puas berada di urutan empat.

Di trek basah, Rossi yang start dari urutan tujuh langsung melejit ke posisi empat. The Doctor kembali menyajikan tontonan menarik di tikungan untuk melewati pesaingnya. Di awal lomba, rider eksentrik itu bertarung dengan dua pembalap Monster Yamaha 3 Racing, Andrea Dovizioso dan Cal Crutchlow.

Selain bersaing dengan Dovisiozo dan Crutchlow, Rossi juga berduel dengan Dani Pedrosa hingga pertengahan lomba. Namun ketenangannya memilih jalur balapan membuatnya kian dekat dengan dua pembalap terdepan yang dihuni Lorenzo dan Stoner.

Duel ketat memperebutkan podium kedua yang melibatkan Stoner dan Rossi menjadi puncak balapan di seri ke-4 ini. Rossi yang melihat celah saat memasuki tikungan berhasil melewati seterunya itu, 3 putaran jelang final-lap.  Rossi akhirnya menutup balapan di peringkat 2. Di atas podium, dia diapit juniornya, Lorenzo dan Stoner.
Hasil balapan MotoGP Prancis
1-Jorge Lorenzo-Yamaha-49m39.743s
2-Valentino Rossi-Ducati-(+ 9.905s)
3-Casey Stoner-Honda-(+ 11.298s)
4-Dani Pedrosa-Honda-(+ 29.361s)
5-Stefan Bradl-LCR Honda-(+ 32.477s)
6-Nicky Hayden-Ducati-(+ 32.842s)
7-Andrea Dovizioso-Tech 3 Yamaha-(+ 59.759s)
8-Cal Crutchlow-Tech 3 Yamaha-(+ 1m05.152s)
9-Hector Barbera-Pramac Ducati-(+ 1m07.846s)
10-Alvaro Bautista-Gresini Honda-(+ 1m13.193s)
11-James Ellison-Paul Bird Aprilia-(+ 1m26.663s)
12-Mattia Pasini-Speed Master Aprilia-(+ 1m27.633s)
13-Aleix Espargaro-Aspar Aprilia-(+ 1 lap)
14-Michele Pirro-Gresini FTR-Honda-(+ 1 lap)
15-Yonny Hernandez-Avintia FTR-Kawasaki-(+ 1 lap)
16-Ben Spies-Yamaha-(+ 1 lap)
17-Chris Vermeulen-Forward Suter-BMW-(+ 2 laps)
18-Ivan Silva-Avintia Inmotec-Kawasaki-(+ 2 laps)

Crutchlow: Rossi Belum Kehilangan Pesona

Penampilan Valentino Rossi bersama Ducati terus disorot sejak musim lalu.

Rabu, 23 Mei 2012, 11:01 WIB       
          chandra kristian
   
 
Valentino Rossi  

VIVAnews - Pembalap Yamaha Tech 3, Cal Crutchlow, masih menganggap Valentino Rossi sebagai salah satu yang terbaik di ajang MotoGP setelah sukses merebut podium pertamanya dalam 12 bulan terakhir di MotoGP Prancis, Minggu 20 Mei 2012.

Rossi mengakhiri paceklik podium di Le Mans dengan merebut posisi kedua. Tampil di kondisi trek yang basah, Rossi berhasil mengalahkan Crutchlow, Andrea Dovizioso dan Casey Stoner. Ini adalah posisi terbaik The Doctor sejak MotoGP Portugal, 31 Oktober 2010.

Penampilan Rossi bersama Ducati terus mendapat sorotan sejak musim lalu. Pembalap asal Italia itu gagal mengulangi sukses seperti saat membela Honda dan Yamaha bersama Ducati. Namun, Crutchlow menilai Rossi tetap menjadi salah satu yang terbaik di ajang MotoGP.

"Biar saya beritahu Anda, dia (Rossi) masih bisa membalap. Semua orang sudah mengesampingkan dia, tapi saya selalu katakan dia masih hebat, dan dia salah satu yang terbaik di olahraga ini," ujar Crutchlow seperti dilansir Motorcylcenews.

"Dia menunjukkannya Minggu di Le Mans. Bisa bertarung dengannya di trek adalah hal yang bagus untuk pengalaman saya. Dia menunjukkan seberapa hebat dia untuk menjadi kompetitor," sambung pembalap asal Inggris tersebut.

Rossi saat ini berada di peringkat keenam klasemen sementara pembalap dengan 42 poin. Juara dunia tujuh kelas kelas premier Grand Prix tersebut tertinggal 48 poin dari pembalap Yamaha, Jorge Lorenzo. (ren)

Senin, 07 Mei 2012

Hayden: Rossi Seorang Petarung
AFP Duo Ducati, Nicky Hayden (kiri), dan Valentino Rossi, dalam acara Wrooom 2012 di Madonna di Campiglio.
JEREZ, Kompas.com - Nicky Hayden tidak yakin bahwa rekan setimnya di Ducati, Valentino Rossi, benar-benar akan masuk ke pit saat balapan malam yang berlangsung di Qatar, awal bulan ini. Menurutnya, "The Doctor" adalah seorang petarung, sehingga tak mungkin dia menyerah dan melakukan hal tersebut dalam seri pembuka MotoGP 2012.

Harus diakui, Rossi mengalami awal musim yang sangat tidak memuaskan. Pada balapan di Sirkuit Losail itu, dia menempati posisi ke-12 saat kualifikasi, dan merupakan juru kunci untuk motor pabrik. Saat balapan, juara dunia tujuh kali kelas premier ini hanya mampu finis di urutan ke-10, kalah bersaing dengan pebalap satelit Pramac Racing, Hector Barbera, yang finis di urutan kesembilan.

Usai lomba, pebalap Italia ini memberikan komentar: "Saya berpikir untuk kembali ke pit, tetapi hanya karena menghormati anggota tim serta keperluan mengumpulkan data, saya melanjutkan lomba."

Namun Hayden, yang finis di posisi keenam dan menjadi pebalap terdepan di tim Ducati, tak terlalu yakin dengan hal tersebut. Juara dunia 2006 ini mengatakan, Rossi bukan tipe orang yang dengan mudah lempar handuk alias menyerah.

"Dia mungkin berpikir untuk menyerah, tetapi Valentino adalah seorang petarung," ujar Hayden di Jerez, Kamis (26/4/12). "Saya cukup yakin bahwa dia tidak menyerah. Dia tidak meraih hasil bagus, tetapi dia sudah mengoleksi sembilan gelar juara dunia. Saya yakin, dia akan menemukan kembali cara untuk segera kembali berada di depan."
Saya cukup yakin bahwa dia tidak menyerah. Dia tidak meraih hasil bagus, tetapi dia sudah mengoleksi sembilan gelar juara dunia. Saya yakin, dia akan menemukan kembali cara untuk segera kembali berada di depan

Hayden Jadi Pemimpin Ducati, Bukan Rossi

GPONE Manajar Sport Pramac Ducati, Carlo Pernat (kanan).

— Direktur Olahraga Pramac Ducati, Carlo Pernat, menilai bahwa saat ini Nicky Hayden merupakan pebalap utama tim pabrik Ducati. Performa yang bertolak belakang antara Hayden dan rekan setimnya, Valentino Rossi, membuat mantan manajer Marco Simoncelli tersebut berani melontarkan pernyataan demikian.

Memang, fakta berbicara demikian. Sejak bergabung dengan Ducati pada awal musim 2011, "The Doctor" belum pernah meraih hasil bagus. Malah, juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut kerap mengungkapkan kekecewaannya karena belum mendapatkan pengesetan yang tepat sehingga muncul rumor bahwa dia akan meninggalkan tim Italia tersebut pada akhir musim 2012; meskipun Rossi sudah membantah dan berjanji menyelesaikan kontraknya dengan Ducati.
Hayden saat ini pemimpin di Ducati. Mendengar berbagai komentar Valentino, terlihat cukup jelas dia sudah menyerah. Semua lelucon itu menunjukkan bahwa dia sudah tahu, Ducati hanya bisa ditunggangi dengan satu cara.
-- Carlo Pernat
"Hayden saat ini adalah pemimpin di Ducati, seperti halnya Cal Crutchlow di tim Yamaha Tech 3. Mendengar berbagai komentar Valentino, terlihat cukup jelas bahwa dia sudah menyerah. Semua lelucon itu menunjukkan bahwa dia sudah tahu, Ducati hanya bisa ditunggangi dengan satu cara," ujar Pernat, yang juga bekas manajer Loris Capirossi.

"Dia sudah mengonfirmasi itu, bahwa mulai sekarang, dia akan memulai dari pengesetan dasar dan bekerja dari sana. Itu artinya, tidak akan ada perubahan lebih besar lagi."

Pernat pun memuji penampilan pebalap Repsol Honda, Casey Stoner, yang berhasil mengalahkan dua pebalap Spanyol, Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa, pada seri kedua di Sirkuit Jerez, Spanyol, akhir pekan lalu. Dia mengakui, Stoner membuat kejutan dalam balapan basah yang berlangsung pada hari Minggu (29/4/2012) sehingga bisa mewujudkan impian untuk meraih kemenangan perdana dalam kariernya di sirkuit itu.

"Pertama, saya ingin mengatakan bahwa balapan di Jerez merupakan salah satu balapan terbaik Stoner," ungkap manajer asal Italia ini. "Itu juga lebih merupakan sebuah kemenangan psikologis karena terjadi di rumah Lorenzo, pebalap yang hampir meraih kemenangan. Saya pikir, kemenangan ini akan sangat membantu Casey karena hal itu merupakan respons sempurna atas apa yang dilakukan Lorenzo di Qatar."

Pada seri pembuka di Sirkuit Losail, Qatar, awal April lalu, Lorenzo keluar sebagai pemenang. Adapun Stoner, yang merajai sirkuit itu pada lima musim sebelumnya, finis di urutan ketiga. Akan tetapi di Jerez, tempat Lorenzo menjadi jawara dalam dua tahun terakhir (serta meraih posisi pemuncak untuk balapan akhir pekan kemarin), Stoner bisa membalasnya.

"Saya tidak mengira Jorge bakal terlalu sulit (untuk ditaklukkan). Dia mungkin membuat kesalahan memilih ban, tetapi dia meraih kekalahan dengan menunjukkan bahwa dirinya seorang petarung. Namun, tidak demikian dengan Pedrosa. Anda bisa melihat dia sangat takut di titik yang basah pada trek, yang memperlihatkan bahwa dia bukan pebalap yang 'komplet'."

"Dia kehilangan waktu lima detik karena itu, dan kemudian bisa bangkit ketika trek benar-benar kering, serta finis hanya dua detik di belakang pemenang. Meskipun bisa naik podium, dia mungkin pecundang besar pada hari itu."

Pernat pun tak lupa memberikan komentar terhadap pebalap muda fenomenal, Romano Fenati. Di usianya yang baru 16 tahun, dan menjalani debutnya di arena grand prix, Fenati tampil memesona dengan memenangi balapan Moto3. Oleh karenanya, ia kini memimpin klasemen sementara (setelah jadi runner-up di Qatar).

"Fenati pantas mendapatkan aplaus khusus. Sebagai seorang pebalap, dia tampaknya sudah sangat dewasa dibandingkan usianya yang tertera di kartu identitasnya. Dia sangat dewasa dan tenang saat balapan. Dua faktor itu sangat berguna untuk menjadi seorang juara. Federasi Italia juga sudah melakukan sebuah pekerjaan hebat dalam program mereka."

velentino rossi sedikit puas


 
ESTORIL, KOMPAS.com — Pebalap Ducati, Valentino Rossi, akan start dari posisi kesembilan saat balapan GP Portugal, Minggu (6/5/2012). Meskipun itu adalah posisi yang kurang bagus, "The Doctor" menerimanya dan merasa sudah ada beberapa kemajuan di beberapa area pada Desmosedici GP12 tunggangannya.

"Pada akhirnya hari ini tidak buruk. Kami berada di barisan ketiga, 0,8 detik di belakang posisi pemuncak, dan kami bisa mengimbangi kecepatan di grup menengah, setelah empat pebalap terdepan," ujar Rossi.
Kami sudah bekerja dengan lebih baik pada akhir pekan ini, terus-menerus membuat kemajuan yang kecil, dan sekarang saya bisa mengendarai motor lebih dekat menuju limit dan mendorongnya lebih keras lagi.
-- Valentino Rossi
"Kami sudah bekerja dengan lebih baik pada akhir pekan ini, terus-menerus membuat kemajuan yang kecil, dan sekarang saya bisa mengendarai motor lebih dekat menuju limit dan mendorongnya lebih keras lagi."

"Kami masih punya banyak pekerjaan, terutama akselerasi, yang oleh karenanya kami kehilangan banyak waktu. Walau begitu, tentu saja ini merupakan sesi terbaik kami sejauh ini. Kami mampu mengalami perubahan di Tikungan 4, tempat kami mengalami banyak masalah kemarin."

Juara dunia tujuh kali MotoGP ini pun mengakui, grip belakang semakin baik karena sudah bisa bekerja lebih maksimal. Dengan demikian, dia bisa melakukan pengereman lebih baik lagi, yang berarti akan siap bertarung saat balapan.

"Kami akan melihatnya. Ban akan menjadi hal penting karena kompon lunak sulit untuk mencapai akhir, sedangkan dengan kompon keras, sangat sulit untuk mendorong pada awal lomba. Kami lebih condong pada yang lunak, tetapi kami akan menunggu sampai besok untuk memutuskannya," tambah peraih sembilan gelar grand prix ini.

Di sesi kualifikasi tersebut, Rossi lagi-lagi kalah dari pebalap tim satelit, Hector Barbera, yang berada di posisi kedelapan. Namun, hal lain yang "menggembirakan" adalah, dia bisa lebih cepat dari rekan setim, Nicky Hayden, yang pada dua seri perdana selalu berada di depan.

Dalam dua seri yang sudah dilakoni (Qatar dan Jerez), Rossi selalu berada di bawah bayang-bayang Hayden. "The Kentucky Kid", julukan Hayden, finis di urutan ke-6 dan ke-8, sedangkan Rossi di posisi ke-10 dan ke-9.